Showing posts with label beauty tips. Show all posts
Showing posts with label beauty tips. Show all posts

Wednesday, February 21, 2018

[Ngopi Cantik 5 BEAUTIESQUAD] Cara membuat artikel beauty yang berkualitas dan enak dibaca


Hello everyone welcome back to my blog
Minggu lalu aku mengikuti kelas online yang diadakan dari BEAUTIESQUAD yang bekerja sama dengan beauty journal dari sociolla yang membahas tentang seputar kecantikan. Tapi bukan hanya modal cantik aja juga harus bisa menulis berdasarkan pendapat kita sendiri. Mungkin bagi yang masih pemula akan bingung dengan topik yang akan dibahas untuk setiap minggunya karena dibutuhkan kerja keras, keuletan dan kedisiplinan untuk memnemukan suatu ide dan riset supaya artikelnya tepat sasaran.

Pembahasan mengenai How To Write A Good Beauty Article ini akan dikupas tuntas oleh Grisselda Nihardja yaitu salah satu dari Lead Editor dari Beauty Journal dan senang banget bisa kenalan langsung sama beliau. Tanpa berlama - lama langsung saja simak pembahasannya.

ngopi-cantik-5-beautiesquad

Dari situs webnya, Beauty Journal sendiri adalah media online yang menyuguhkan konten beauty dan lifestyle untuk menemani semua aspek hidup anda. Setelah kurang lebih hampir 2 tahun menjadi partner sejati wanita bersama Sociolla untuk menyuguhkan konten - konten kecantikan yang praktis dan up to date, kini Beauty Journal juga menghadirkan kanal lifestyle. Bebagai panduan dan tips mulai dari karir, kesehatan, hingga relationship turut kami hadirkan untuk menemani anda menuju gaya hidup yang seimbang dalam mencapai kebahagiaan.

Beauty Journal juga dikenal sebagai komunitas para beauty blogger yang untuk saling mereview dan meekomendasikan produk kecantikan terbaik. Jadi kita semua ditampung dalam satu wadah bersamaan dengan Sociolla sebagai Online Marketnya. Beberapa penulis sangat kesulitan untuk menentukan ide, tak jarang yang belum mulai menulis tapi sudah “mentok” ide di Beauty Journal setiap hari bisa publish 10 artikel per hari. Jadi, kalau mencari ide memang perlu ngulis dan aware dengan hal - hal disekitar maupun diluar circle kita.

Yang paling utama saat mncari ide artikel adalah cari dulu apa yang lagi trending. What’s trending on Social Media? Bisa lihatdi Instagram, Youtube, atau kalau masih main Twitter, bisa juga lihat disana. This is one of great sources, karena sekarang semua orang pasti punya social media.

Next source to find ideas is from people around us. Teman - teman dikantor lagi ngomongin apa sih? Atau teman - teman disekolah / kampus, teman arisan / rumpi, atau saudara lagi asik bahas apa? Ini juga bisa jadi sumber ide kita untuk menulis artikel. Misalnya dikantor Beauty Journal obrolan pas makan siang lagi pada saling tanya ni anak - anaknya, lipstick lokal favoritnya apa. Ya kami tim editoral jadi ngeh, “ohh, kita bikin aja beberapa artikel seputar lipstick lokal belum pernah nih dibuat di BJ.”

Sumber lainnya yang bisa dipakai adalah Google Trends langsung saja buka link nya di https://trends.google.com/. Walau nggak spesifik banget datanya (karena ini free), at least kita ada gambaran apa sih yang banyak nongol disana. Seperti contoh Search “lipstick”, lokasi sudah di set di Indonesia, dan waktunya 3 bulan terakhir (menggunakan Google Trends) hasilnya kaya gini, ada relate topics, dan ada relate queries.

google-trends-lipstick-lokal

Kadang memang hasil yang muncul agak “apaan sih nih” tapi ada juga insight yang bisa kita ambil. Aku jadi tahu malah ada brand Ozera. Lalu jadi kelihatan juga kalau lipstick pixy dan lipsticknya Ivan Gunawan banyak juga yang nyari. Hal - hal seperti ini bisa jadi peluang kita sebenarnya untuk buat artikelnya.

grafik-google-trends-lipstick

Untuk ide - ide artikel, supaya rapi sebaiknya kita punya file khusus untuk menyimpan semuanya. Setiap orang bisa punya metode cara nyimpan ide yang berbeda - beda, sesuaikan dengan selera. Bisa se simple kita nulis di notebook / planner, bisa juga kita buat di microsoft excel / google spreadsheet, atau bikin dokumen sendiri di microsoft word / pages / google docs untuk list down all the ideas. Nah, sumber ide ini kalau sudah aman, kita mulai ke artikelnya.

Beauty artikel sendiri memiliki tipe yang bermacam - macam, jadi sebelum kita nulis harus tahu dan ditentukan dulu mau seperti apa. Umumnya, beauty article punya tipe seperti ini:
  • Produk Rekomendasi
  • Review
  • Tips
  • Tutorial
  • Interview

Treatment untuk masing - masing tipe itu pun berbeda - beda, dan sebagai penulis, usahakan untuk cover important aspects dari tiap - tiap tipe artikel yang kita buat. Kalau review, sudah pasti perlu ada beberapa point yang dibahas seperti kemasan, klaim, ingredients, cara pakai, pendapat, harga produk dan bisa beli dimana. Misal kalau kita nyorotin soal kemasan, kelihatan simple ya, tapi mungkin ada informasi orang lain nggak bisa tahu kalau belum pernah pegang atau pakai produknya. Sesimple kita beli setting spray, eh tapi pasti dipencet spray nya nyebarnya nggak rata atau malah terlalu kencang. Hal - hal seperti ini yang perlu disampaikan ke pembaca supaya mereka lebih aware juga.
Untuk rekomendasi, kita juga perlu jelaskan secara singkat apa yang bagus dari produk-produk tersebut.

Misal kita mau buat artikel 5 rekomendasi liquid foundation merek lokal. Nah, di isinya, kita perlu kasih tahu beberapa informasi untuk tiap produk.
Apa yang buat produk itu beda dari yang lain? 
Apakah harganya, ingredient-nya, pilihan warnanya yang banyak? 
Sebisa mungkin dikasih tahu alasannya.

Kalau tips, usahakan mulai dari tips yang practical dan bisa membantu pembaca. Kalau tips-nya sulit dan merepotkan untuk dilakukan/dibuat (misal, harus cari bahan xxxxx di Pasar xxxx. Ya gimana ya, tidak semua orang tinggal di kota yang sama atau mau niat ngubek pasar). Semakin tidak practical, audience yang bisa kita engange makin dikit.

Nah, interview juga penting. Siapa tahu di sini ada yang datang ke event-event product launch tertentu, bisa sekalian interview brand manager atau orang-orang di balik event itu untuk artikel. Sebelum interview, kita harus tentukan tema besarnya, mau menyoroti dari angle mana, lalu kembangkan pertanyaan-pertanyaan untuk tema tersebut. Usahakan untuk tidak menanyakan pertanyaan yang terlalu umum, atau kalau memang perlu nanya pertanyaan umum buat mencairkan suasana dulu. Yang penting jangan kebanyakan/keterusan.

Artikel tutorial dan semua tipe artikel perlu dikasih foto/image pendukung yang bagus. Orang suka lihat foto. Foto/image yang kita taruh di dalam artikel juga bisa bantu readers supaya nggak bosan. Kalau 1 artikel 700 kata isinya tulisan semua, potensi orang untuk close tab atau bosan semakin tinggi.

Aku sambil share di Beauty Journal ya. Di sini juga ada beberapa penulis yang pernah kirim tulisan ke BJ pasti udah tahu. Semakin jelas struktur artikel, semakin mudah juga saat ditulis. Versi singkat mungkin bisa dari poin-poinnya. Contoh aku buat artikel tentang kesalahan pakai foundation. Kalau cuma nulis ide "Kesalahan pakai foundation" saja, pas waktu nulis bisa buang-buang waktu isinya mau dibikin kaya gimana. Lain cerita kalau saat nulis ide, sudah ditulis juga poin-poin pembahasan di dalamnya mau seperti apa.

Misal: Kesalahan seputar aplikasi foundation
- Belum melakukan skin prep dengan baik
- Pakai foundation saat primer masih basah
- Menggunakan aplikator yang kotor
Semakin jelas apa saja yang mau dibahas, semakin enak kita nulisnya. Kalau bisa, saat taruh ide, sudah ada juga kerangka besar artikel untuk memudahkan diri kita sendiri. 

Grissel pernah baca tulisan dari CMO agency luar, dan setuju banget sama kata-kata dia. Artikel yang bagus bisa buat pembaca itu antara lain:
- Belajar sesuatu
- Melakukan sesuatu
- Merasakan sesuatu

KESULITAN SEBAGAI CHALLENGE
Artikel yang bagus akan mendorong pembacanya untuk ikut coba (bisa tips/tutorial/produk), merasakan suara/opini dari penulis (bisa bagus/buruknya produk, atau merasa relevan dengan pengalaman/ceritanya).

Tim BJ lebih menganggap kesulitan sebagai challenge biar optimis semuanya bisa dilalui. Challenge di Beauty Journal gak jauh-jauh seputar mengolah 1 topik untuk jadi beberapa angle yang berbeda dan fresh. Karena kami online media yang setiap hari harus menaikkan artikel-artikel dan topik di kolom "Beauty" kan seperti yang kita tahu itu-itu saja, gimana caranya supaya bisa selalu ada artikel yang fresh itulah yang jadi challenge kami setiap harinya.

Solusinya lebih ke melatih tim editorial untuk punya skill mengolah topik yang lebih kreatif. Misalkan dari 1 topik "lipstik lokal", sebenarnya banyak angle yang bisa kita bahas. Contoh:

1. Rekomendasi Lipstik Lokal Bernuansa Nude yang Tidak Buat Wajah Terlihat Pucat
2. 5 Brand Lipstik Lokal yang Perlu Anda Ketahui
3. Lipstik Lokal yang Harganya di Bawah Rp100.000 Namun Punya Kualitas Memuaskan

Cara berpikir dan melatih untuk melihat angle dari berbagai macam sisi inilah yang Grissele coba ajarkan dan terapkan di tim Beauty Journal. 

STRUKTUR ARTIKEL
Sedangkan untuk yang masih awam soal struktur artikel, pembuatannya kira-kira meliputi 3 aspek berikut: 
1. Intro: be creative, bisa menyoroti fear/desire, atau masalah
2. Isi artikel: poin-poin penjabaran. Usahakan sistematis.
3. Closure: kesimpulan, pertanyaan balik untuk engagement atau mengundang audience untuk komen (call to action).
Be objective dan sebisa mungkin hindari statement terlalu judgemental.
Di bagian isi artikel, kita bisa break down per penjabaran dalam 1 subtitle supaya pembaca lebih enak bacanya.

THE HONEST REVIEW
Mungkin ada dari kita yang kebingungan soal the honest review. Apakah misal kita menulis review itu harus yang baik-baik saja? Padahal beberapa diantara kita bahkan pernah merasa tidak cocok dengan produk tersebut.

Grissel menjawab begini.
Saat menuliskan produk-produk yang seperti ini, usahakan supaya tidak menghina produk/brand-nya. Mengungkapkan pendapat atau pengalaman kita tentu harus, karena namanya juga review. Cara mengemasnya yang perlu diperhatikan, usahakan ditulis dengan cara yang sopan walau produk itu tidak semutakhir yang kita harapkan. Bisa juga dicantumkan, kalau produk xxxx mungkin bisa lebih cocok untuk pemilik kulit xxxx karena ada kandungan xxxx yang dikenal lebih cocok untuk kulit xxxx.

Perlu hati-hati jika memang kita ada kerjasama dengan brand yg sifatnya sudah berbayar. Semua harus dikomunikasikan di depan terutama jika memang blm pernah coba dan ada risiko kurang cocok sama kulit. Pada dasarnya brand suka review yg informatif. Dan andaikan misal kita punya kulit berminyak, kalau diminta review skin care untuk kulit kering jadi tidak cocok ya. Penting banget diinfokan di awal dan jujur ke brandnya supaya tidak kusut di kita. 

On the flip side, kalau review kita misalnya dikemukakan dengan cara yg baik dan sopan, bisa jg jadi insight atau bahan pengembangan produk dari brand itu supaya lebih baik lagi.

Beberapa brand bahkan suka dan welcome banget dengan review dan sudut pandang yang kritis. Balik lagi ke cara mengemasnya. Harus baik, sopan, dan malah sertakan beberapa input. 
Misal, mungkin kalo kemasannya berbentuk pump bisa lebih hemat dan higienis. Atau mungkin kalau warna foundation-nya dibuat lebih kuning sedikit lagi, akan lebih masuk untuk banyak wanita Indonesia yang banyak punya warm undertone.

Nah, kalau seputar nulis dari yang lain/di luar tren --> tentu gapapa, kalo memang ada topik yang sudah ingin sekali ditulis, go for it. Saran untuk tren yang lagi hype/ramai diperbincangkan lebih ada hubungannya dengan SEO. Kalau topik itu banyak dicari, chance untuk nyangkut dan muncul di Google Search makin besar dan kita bisa ketambahan organic traffic.

Kalau melihat ide dari orang kan kadang jadi kebawa sama tulisan kita. Berapa komposisi maksimal kemiripan dengan tulisan lain?  
-> untuk mengumpulkan bahan, kita perlu cari source dari minimal 2 - 3 sumber yang beda. Tiap orang punya gaya nulisnya sendiri-sendiri dan cara memaparkan yang beda. Informasi yang sudah kita cek kebenarannya dari sumber-sumber itulah yang perlu kita jelaskan dengan gaya menulis kita sendiri.

ANTARA BLOG PRIBADI DAN MENULIS REVIEW FORMAL
Kalau untuk blog pribadi, bebas, karena sifatnya memang lebih personal. Kalau untuk BJ, karena media, semua penulis di tim editorial pakai kata-kata baku sesuai KBBI. KBBI sudah seperti best friend untuk ngecek kata bakunya apa. 
Ingat, baku, tapi nggak kaku yang njlemit kaya nulis jurnal ilmiah lah kalau di BJ. Penulisan beberapa kata nggak baku juga masih kami pakai kok, tapi tidak mendominasi. Seperti saat nulis eyeliner ada yang bilang "beleberan", ya itu gpp karena sudah sangat common di Indonesia, tinggal di-italic aja untuk menyiratkan itu beda dari yang lain/ tidak baku.

Tipe artikel yang singkat (minimal 300 kata) di BJ biasanya untuk artikel yang sifatnya beauty news. Kalau untuk artikel-artikel tutorial, tips, biasanya 500 - 700 kata. Untuk review dan interview lebih panjang lagi, bisa 800 - 1200 kata.
Tapi masing-masing tergantung bahan dan pembahasannya juga. Kalau memang ada yang dirasa perlu dijelaskan lebih, tentu jadi lebih panjang.

MODAL SEORANG BEAUTY BLOGGER
Saran Grissel, start dari yang beneran masuk untuk bujet kita aja. Jangan sampai bela-belain potong bujet krusial buat beli barang yaa. Apalagi sekarang banyak brand lokal atau produk yang harganya lebih affordable tp offer kualitas yg gak kalah sama high-end brand. Malah kadang ini bisa jadi ciri khas, bisa jadi blog kamu memang dikenal buat spesialisasi review untuk barang drugstore. Join community atau datang ke event2 juga bisa jadi salah satu opsi. Biasanya di goodie bag ada beberapa produk, nah itu bisa di-review juga

Untuk review, mulai dari produk yang dipunya tentu tidak masalah, karena supaya bisa kasih review yang lebih in depth, sebagai penulis perlu beneran coba dan pakai produknya. Let's start with what we have. Fokusin lebih ke cara mengemas review dan deliver informasinya biar lebih menarik gimana ke pembaca. Saat blog sudah tergrooming dengan baik, traffic makin oke dan segmen & engangement audience juga makin oke, brand bisa lebih aware dengan kehadiran blogmu.


Langkah - langkah bergabung di Beauty Journal
Sekarang mengirim tulisan untuk Beauty Journal juga bisa melalui register di SOCO, lalu pilih menu Write Article di sana. Kriteria penulisan yang dilihat adalah tulisan yang rapi (minim bahasa gaol/manjahh), informatif (minimal bangettt 300 kata), relevan untuk pembaca BJ (yang mostly usianya 18 - 35), dan juga lengkap dengan gambar/foto pendukung.

Sekarang kami lagi develop sistem poin untuk reward di SOCO. Namun selain itu, artikel yang tayang di Beauty Journal bisa dapet exposure lebih ke pembaca kami. Yang terseleksi pun akan di-post di social media Beauty Journal sehingga bisa dibaca lebih banyak orang.

Itu saja penjelasan singkat dari kak Grissel semoga kalian terinspirasi dan lebih semangat dalam membuat konten. Intinya ketika bingung untuk membuat artikel yang berkualitas pastikan membuat draft terlebih dahulu dan pikirkan tulisan apa yang ingin kalian buat supaya hasilnya memuaskan. Jika gagal jangan mudah menyerah teruslah mencoba hingga mencapai kesuksesan.

Buat kalian yang ingin tahu lebih lanjut mengenai Beauty Journal silahkan kunjungi situs di journal.sociolla.com dan untuk yang mau bergabung menjadi beauty blogger bisa kalian kunjungi komunitas BEAUTIESQUAD.

See you on my next post




Monday, October 23, 2017

9 Tips Makeup Shopping Irit Ala Zizah

tips-make-up-irit-ala-zizah

Hello everyone welcome back to my blog..
Pasti kalian sring belanja dengan harga yang lumayan fantastis kan. Apalagi setiap kalian mempunyai uang berlebih pasti semuanya ingin kalian beli. Sama seperti aku awal bekerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) setiap bulan pasti selalu dapat gaji walaupun nggak seberapa, dan uang tersebut aku pakai buat belanja makeup dengan budget kira - kira 700.000 sampai ibuku bilang aku orangnya boros dan nggak bisa memanage uang dengan sebaik mungkin.

Saat aku pergi ke mall mampirlah ke counter atau toko kosmetik. Biasanya aku selalu melihat - lihat seperti lip cream, lipstick, lipgloss dengan beberapa warna shade yang cocok untuk dipakai sehari - hari. Khususnya untuk kerja dan hang out  bersama teman - teman. Pas aku ingin membeli makeup seperti BB Cream, foundation, lipcream matte memang dari kualitas bisa dibilang bagus tetapi isi dompet yang pas - pasan akhirnya aku hanya melihat - lihat aja dan nggak jadi beli karena nggak punya uang.

Kemudian aku mulai berfikir panjang gaji setiap bulan hanya mendapatkan 1.600.000 atau dibawah 1 juta kalau setiap bulan belanja makeup, skincare, bodycare, dan haircare secara berlarut - larut gimana mau menabung untuk masa depan nanti. Belum lagi berbagi kepada orang yang membutuhkan, sedekah supaya menjadikan hidup lebih berkah, keperluan lain contohnya untuk beli makan sehari - hari, beli bensin, harus service motor setiap bulanmenjahit pakaian, membeli pulsa dan kuota, bahkan untuk biaya hidup setelah menikah nanti atau yang lagi merantau harus hidup mandiri itupun harus berfikir kedepannya.

Dan alhamdulillah aku udah jarang belanja makeup  kecuali disaat alat makeup nya udah habis baru bisa membelinya kembali. Untuk kali ini aku akan share ke kalian mengenai tips makeup irit supaya nggak boros dan uang nggak bakal habis. Penasaran penjelasan detailnya seperti apa. Just keep for reading.
Berikut ini ada beberapa tips yang wajib kalian ketahui khususnya para ladies yang ingin belanja makeup

Kenali jenis kulit dan warna kulit
Baik itu makeup maupun skincare pasti identik dengan warna dan jenis kulit yang berbeda - beda. Pastikan kalian teliti terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk belanja makeup dan jangan lupa juga baca review - review dari para beauty blogger / vlogger. Apakah sesuai dengan warna dan jenis kulit kalian? Kalau udah beli produk makeup dan skincare  mahal - mahal tetapi ternyata nggak cocok itu namanya kalian membuang - buang uang secara percuma. Lebih baik kalian baca terlebih dahulu review dan kegunaannya supaya pada saat kalian mau membeli makeup dan skincare nggak bingung lagi dan nggak perlu tanya – tanya dengan BA (Beauty Advisor) nya.

      Sesuaikan budget masing - masing
Coba kalian pikir, apa kegiatan kalian sehari - hari? Bekerja sebagai SPG yang wajib memakai full makeup yang setiap weekdays dan weekend harus masuk kerja dan libur dihari biasa, juga sistem kerjanya menggunakan shift mulai dari masuk pagi hingga pulang sore dan masuk siang hingga pulang malam apalagi lembur dihari besar. Belum lagi kalau makeup kalian luntur karena sering bolak - balik ambil barang dan nyusun barang, wudhu, makan dan minum sekalipun. Buatlah list kira - kira makeup apa yang cocok bagi yang bekerja setiap hari sebagai SPG, warna apa aja yang sesuai untuk SPG dan hangout? Dengan kalian membuat list ini kalian bisa mencari produk yang dibutuhkan dan bukan yang kalian mau.
    
          Catatlah batasan budget
Kalau kalian memang benar - benar ingin belanja makeup dalam sebulan, atur budget kalian semaksimal mungkin untuk belanja makeup. Coba kalian pisahkan uang kalian untuk belanja makeup, kebutuhan sehari - hari, dan uang tabungan. Hitung aja berapa gaji kalian setiap bulan? Contoh aku tinggal dikota Bengkulu dan aku mendapatkan gaji 1.600.000 setiap bulan, yang harus kalian sisihkan adalah kumpulkan uang untuk membeli makeup maksimal 200.000 - 300.000 setiap bulannya. Kalian bisa juga menabung dengan menggunakan kaleng biskuit, toples, celengan, atau membuat rekening khusus supaya uang tabungan, uang makan dan bensin, serta uang untuk keperluan mendesak nggak kecampur.
  
    Carilah produk yang original
Sering kali kalian selalu belanja makeup di online shop dan toko kosmetik yang dijual dipasar kan. Kalian pasti masih bingung produk apa yang harganya terjangkau tapi kualitasnya bagus dan sesuai dengan isi dompet. Jujur aja aku masih belum bisa membedakan antara produk asli dan palsu (fake). Biasanya kalau harga produk makeup yang kualitasnya oke dan long lasting harganya mahal banget dan susah dicari di online shop dan counter yang berada dikota terpencil juga brand nya sedikit. Setiap aku melihat produk yang dijual dengan harga lebih murah juga tanpa brand biasanya orang yang paling banyak diminati buat beli makeup tanpa mengetahui fungsi dan tanggal expired terlebih dahulu. Aku sendiri sekarang masih takut untuk membeli produk dengan kualitas yang kurang bagus. Daripada membeli produk KW  tapi merusak kulit wajah lebih baik aku membeli produk lokal dengan harga yang terjangkau dan kualitas yang bagus.
    
    Carilah produk yang multifungsi
Produk multifungsi ini bisa dikombinasikan dengan produk dan alat makeup Dengan satu produk kalian bisa menggunakan untuk berbagai kebutuhan. Contohnya produk makeup pallete yang isinya bermacam - macam seperti eyeshadow pallete, lip pallete, blending brush, beauty blender, dan masih banyak lagi. Untuk beauty blender bisa kalian gunakan untuk meratakan foundation atau BB Cream, meratakan concealer, sebagai baking untuk mengeset bedak tabur sebelum menggunakan bedak padat, untuk blending brush nya sendiri bisa kalian gunakan sebagai shading hidung, meratakan eyeshadow, dan masih banyak lagi, untuk eyebrow brush sendiri bisa kalian gunakan untuk mewarnai alis, meratakan concealer dibagian atas dan bawah alis yang masih berantakan, dan bisa juga digunakan sebagai eyeliner gel. Dibandingkan kalian membeli brush satuan atau membeli produk satuan lebih baik kalian membeli brush set dan makeup pallete supaya lebih hemat.
    
     Bandingkan harga
Kalian nggak perlu ragu untuk membandingkan harga sebelum membeli produk yang kalian inginkan. Bisa dengan survey terlebih dahulu ke berbagai tempat baik itu toko online maupun offline, setelah menemukan harga yang paling murah dan good service baru bisa mulai beli. Walaupun harganya murah  bukan berarti produk yang dijual tersebut palsu (imitation). Carilah toko online yang telah dipercaya oleh konsumen serta terdapat testimoni.
   
          Belanja saat promo/diskon dan gunakan kode voucher

tips-make-up-irit-ala-zizah-2

Jangan malu untuk bertanya kepada BA (Beauty Advisor) atau ownernya langsung. Ingat malu bertanya sesat dijalan. Kalian bisa tanyakan mba masih ada promo nggak? atau mba promonya berlaku sampai kapan? Biasanya nih si mba mba BA nya selalu ngomong kurang tahu atau masih ragu untuk menjelaskan secara detail kepada konsumen. Ada pula BA yang super duper judes dan memandang kita seperti orang minta - minta. Abaikan aja si mba BA judes itu dengan adanya diskon membantu penghematan uang. Untuk belanja online kalian bisa cari voucher, biasanya para beauty blogger/vlogger punya kerjasama dengan beberapa e-commerce gunakan aja vouchernya. Blogger untung, kalian untung, e-commerce nya juga untung pastinya. Jangan lupa juga gunakan voucher belanja yang ada di sociolla.com untuk dapatkan potongan. Lumayan kan.
    
     Ikutan giveaway

tips-make-up-irit-ala-zizah-3
Source: instagram @roxys_choice

Ini yang selalu kalian lihat di instagram kan, aku pun langsung terapkan di instagram aku yang pengin banget mendapatkan produk secara gratis. Dengan cara ini kalian menjadi lebih hemat uang dan nggak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Caranya kalian bisa ikuti kuis yang diadakan beauty blogger atau langsung dari brand produk makeup ternama, biasanya mereka memberikan hadiah yang cukup banyak terutama untuk kita yang pendapatannya pas - pasan atau jarang dapat rezeki yang berlimpah sampai dapat banyak produk makeup yang nilainya bisa mencapai jutaan. It’s amazing.

Untuk produk gratisan ini membuat aku menjadi lebih semangat untuk review daripada produk yang aku beli dengan hasil keringat sendiri. Jujur produk yang aku beli sebagian udah pakai setengah atau mau habis baru dibahas atau belum dibuka sama sekali saat beberapa bulan yang lalu aku membeli produk makeup. Sedangkan yang produk gratisan jadi pengin cepat - cepat mencoba pakai beberapa minggu dan langsung di review.
   
      Menjadi Beauty Blogger
Tips yang terakhir untuk menjadi seorang beauty blogger yang sukses itu dibutuhkan kerja keras dan prosesnya butuh waktu sampai beberapa tahun. Bagi beauty blogger yang tinggal dikota - kota besar akan lebih mudah untuk mendapat keuntungan banyaknya acara yang diadakan oleh brand maupun komunitas. Dari acara tersebut biasanya para beauty blogger akan mendapatkan goodie bag yang berisikan banyak produk makeup atau skincare terutama bagi brand yang meluncurkan sehingga mereka membutuhkan peran beauty blogger untuk merevie\w serta mempromosikan produk - produknya.

Hal ini sangat menguntungkan kalau produk yang kita dapat memang dari brand favorite kita agar kita nggak perlu keluarkan uang banyak untuk membeli produk – produknya.

Itu dia tadi tips dari aku setiap orang mempunyai pandangan masing - masing soal hemat. Karena hemat itu melatih kita supaya lebih disiplin dalam memanage uang. Memiliki banyak produk yang tak terpakai itu ternyata nggak baik juga lho. Kita punya tanggung jawab masing - masing. Dalam agama aku termasuk mubazir dan dosa juga.

Bolehlah kalian bergaya asalkan sesuai dengan kemampuan kalian. Pintar - pintarlah dalam menggunakan uang. Sekarang aja aku susah banget ngatur uang untuk makan dan beli bensin. Bagaimana tips makeup shopping ala kalian? Jangan lupa tinggalkan komentar dibawah ya untuk memberikan pendapat ataupun tanggapan dari kalian. I’ll see you guys on my next posting. Bye bye